Ketidaksamaan Kelas Menengah

Ketidaksamaan Kelas Menengah dan Orang Kaya Versus Forbes

Menurut Forbes Ketidaksamaan Kelas Menengah, ada 400 orang Amerika paling kaya mempunyai semakin banyak kekayaan dari kombinasi keseluruhan.

Tetapi bagaimana beberapa orang Kelas menengah? Anda bisa dipandang kelas menengah bila Anda tidak miskin, tetapi tidak kaya atau belum.

Ketidaksamaan Kelas Menengah

Kelas menengah nampaknya berkurang, berdasar data yang tersingkap sepanjang beberapa dasawarsa paling akhir. Itu bermakna Anda akan condong jadi kelas menengah di hari esok. Anda akan memungkinkan jadi miskin atau kaya.

Hal Yang Membuat Perbedaan Kelas Menengah Dengan Orang Kaya Versi Forbes

Bila Anda pengin ada disamping sama orang kaya, Anda harus mulai memikir seperti orang kaya. Berikut 5 ketidaksamaan di antara kelas menengah dan orang kaya yang penting Anda dalami.

1. Kelas Menengah Hidup Nyaman, Orang Kaya Pilih Tidak Nyaman

Dengan sebuah kenyamanan menjadi ketidaknyaman. Hal tersebut kemungkinan berat, tapi itu harga untuk dibayarkan dalam raih sebuah mimpi. Contoh saat seorang sudah bekerja di zone nyaman, karenanya untuk kelas menengah jadi hal membahagiakan.

Namun orang kaya sadar untuk menempatkan dianya pada tempat tidak nyaman sebab ada sesuatu hal mengagumkan di luaran sana. Contoh dengan buka usaha sendiri memang penuh resiko, dan resiko bisa tidak jadi nyaman.

Meskipun begitu, resiko kecil siapa tahu bisa membuat kekayaan dan raih hasil baik.

“Siap untuk hadapi kondisi tidak nyaman. Jadilah nyaman jadi tidak nyaman. Kemungkinan susah, tetapi itu harga kecil yang perlu dibayarkan untuk meraih mimpi. ”

-Peter McWilliams

Benar-benar nyaman untuk bekerja secara “aman” dalam pekerjaan. Benar-benar nyaman untuk bekerja untuk seseorang. Kelas menengah memikir jadi nyaman bermakna jadi berbahagia, tetapi orang kaya mengetahui jika beberapa hal yang mengagumkan berlangsung saat kita menyesuaikan diri pada kondisi yang tidak nyaman. Mengawali usaha Anda sendiri ialah resiko dan resiko menjadi tidak nyaman. Tapi resiko dibutuhkan untuk membuat kekayaan dan capai hasil yang lebih baik. Melangkahlah keluar dari zone kenyamanan Anda. Lihatlah semua opsi di depan Anda. Anda harus minimal sedikit tidak nyaman bila Anda pengin jadi kaya. Anda bahkan bisa saja harus tidak berhasil dan itu bagus, sebab bila Anda tidak tidak berhasil, Anda tidak lakukan beberapa hal di masa datang.

2. Kelas Menengah Hidup di Atas Kekuatan, Orang Kaya di Bawah Kekuatan

Orang kaya tidak habiskan uangnya demikian saja. Mereka menghargakan uang dengan tingkatkan asset, dan hidup di bawah kekuatannya.

Umumnya, orang kaya bisa menggunakan mobil lebih simpel dan lama, dan tidak beli mobil baru. Hal tersebut berdasar study yang tercantum pada buku The Millionaire Next Door.

Orang kaya tidak habiskan uang mereka pada keharusan hutang depresiasi, mereka habiskan uang mereka dengan menghargakan asset dan mereka hidup di bawah kekuatan mereka. Rerata, orang kaya beli mobil baru sesudah sekian tahun semenjak mereka beli mobil pertama mereka, menurut riset yang dilaksanakan dalam buku “The Millionaire Next Door.” Bahkan juga bila mereka bisa “beli” Escalade baru yang eksklusif, mereka umumnya tidak membeli.

3. Kelas Menengah Melalui Tangga, Orang Kaya Mempunyai Tangga Itu

Kelas menengah condong bekerja untuk seseorang. Mereka mempunyai pekerjaan, yakni sebuah karier. Kelas menengah atas condong bekerja sendiri. Mereka mempunyai pekerjaan. Orang kaya condong mempunyai usaha. Mereka sendiri yang mempunyai tangga perusahaan yang repot dikejar oleh kelas menengah. Orang kaya pahami jika mereka memerlukan semakin banyak orang yang bekerja untuk mereka untuk memperoleh semakin banyak uang. Orang kaya pahami kemampuan penghasilan pasif.

4. Kelas Menengah Bersahabat Dengan Siapa saja, Orang Kaya Pilih Rekan Dengan Arif

Orang kaya pahami jika mereka dikitari sama orang sukses, karena itu keberhasilan akan mengikut.

Bila Anda pengin mempunyai penghasilan lebih, berkumpullah sama orang yang pengin mencari penghasilan lebih. Ini salah satunya mengenai menyamai pemikiran seperti orang sukses. Bila Anda pengin kaya, karena itu Anda harus memikir seperti orang kaya.

Pilih rekanan yang sikapnya lebih bagus dari Anda dan Anda menjadi menuju itu.

-Warren Buffett

Orang kaya pahami jika saat Anda melingkari diri Anda dengan beberapa orang sukses, keberhasilan Anda akan mengikut. Demikian pula, seputar diri Anda dengan beberapa orang sukses condong mempunyai dampak Penghasilan Anda umumnya rerata dari 3 rekan paling dekat Anda. Bila Anda pengin memperoleh lebih, bergaulah dengan beberapa orang yang berpendapatan lebih. Ini semuanya mengenai menyesuaikan sudut pandang Anda dengan sudut pandang orang sukses. Bila Anda pengin jadi kaya, Anda harus memikir kaya.

5. Kelas Menengah Bekerja Untuk Berpendapatan, Orang Kaya Bekerja Untuk Belajar

Kelas menengah gampang dirayu untuk mengganti pekerjaan saat seorang tawarkan semakin banyak uang. Orang kaya pahami kerja bukan mengenai uang, khususnya pada beberapa tahun awalnya. Ini mengenai meningkatkan ketrampilan dan karakter-sifat yang penting ditingkatkan menjadi kaya. Ini bermakna Anda harus bekerja di bagian pemasaran untuk lebih pahami dunia pemasaran. Atau dapat bermakna Anda bekerja di bank untuk lebih pahami akuntansi. Bila Anda pengin jadi kaya, Anda harus bekerja untuk pelajari ketrampilan yang Anda perlukan menjadi kaya. Banyak orang kaya tidaklah sampai di situ dengan memperoleh upah yang tinggi.

Kelompok kelas menengah demikian gampang dirayu saat bertukar pekerjaan saat seorang tawarkan penghasilan lebih.

Tetapi orang kaya pahami bekerja tidak cuma masalah uang saja, khususnya pada awal tahun. Ini mengenai meningkatkan kekuatan dan rutinitas agar jadi sukses. Contoh Anda bekerja di bank untuk mengenali akuntansi, dan bekerja jadi sisi pemasaran untuk pahami dunia marketing dan pemasaran.

Bila Anda pengin menjadi orang, Anda harus bekerja sekalian belajar untuk tingkatkan kekuatan.

Kelompok kelas menengah mempunyai barang, sedang orang kaya mempunyai uang

Warga kelas menengah biasa mempunyai mobil baru dan rumah mahal. Mereka biasa banyak habiskan uang untuk barang eksklusif, rumah besar, dan mobil.

Di lain sisi, orang kaya pahami menjadi kaya karena itu harus mempunyai uang lebih dari barang yang diharapkan.

Bila Anda masih beli barang, karena itu uang Anda masih sama barang itu. Contoh, Warren Buffet, salah satunya miliarder beli rumah pada 1958, dan ia cuman melunasinya US$ 35.500.

Stop beli barang, dan mulai konsentrasi untuk simpan, menabung dan investasi dari pendapatan Anda. Bila Anda shopaholic, mulai membeli rumah. Disamping itu, mulai ketarik melakukan investasi.

Kelompok kelas menengah biasa konsentrasi untuk simpan, sedang orang kaya konsentrasi cari pendapatan.

Menabung penting. Investasi lebih bernilai, dan cari pendapatan ialah dasar ke-2 nya.

Bila Anda pahami simpan dan investasi, tapi pengin membuat hasil lebih dari ke-2 hal tersebut karena itu Anda perlu cari pendapatan lebih. Bila Anda pengin lebih kaya, karena itu bekerja untuk membuat kekuatan cari pendapatan.

Kelompok orang kaya umumnya lebih memakai nalar sedang warga kelas menengah emosi.

Berdasar hasil interviu itu, lebih dari 100 ketidaksamaan bagaimana orang kaya menyaksikan uang dibanding kelas menengah.

Salah satunya ketidaksamaan yang diketemukan yakni bagaimana warga kelas menengah menyaksikan uang melalui emosi, sedang orang kaya melalui nalar. Dengan membuat keputusan keuangan emosional bisa menghancurkan keuangan Anda.

  1. Kelompok kelas menengah terkadang menyangsikan kekuatannya, sedang orang kaya membuat arah besar.

Warga kelas menengah membuat arah. Terkadang, tetapi kemampuan arah itu berlainan, dari kelas menengah menjadi kaya.

Orang kelas menengah membuat arah gampang terwujud. Sedang orang membuat arah yang terlihat mustahil, dan susah. Namun mereka percaya bisa mencapainya. Ini kembali ke sudut pandang.

Kelas Menengah Dapat Jadi Orang Kaya

Tanpa berniat untuk rasis, artikel di atas sesungguhnya cuman sebuah kisah singkat apa yang umumnya berlangsung sekarang ini.

Pada intinya tidak seluruhnya kelas menengah dan orang kaya sama seperti yang disebut pada artikel di atas. Pertanyaannya, apa kelas menengah menjadi orang kaya? Terang dapat!

Triknya? Usahakanlah dan lagi belajar. Karena, ada beberapa jalan ke arah keberhasilan. Jadi, apa kamu terhitung beberapa orang yang memikir jadi orang kaya atau jadi kelas menengah saja?